Rombongan Rubicon Anggap Tuntas Masalah Meski Kena Prank Disbudpar Jatim

Advertisements

Kelompok Rubicon yang sempat cekcok dengan petugas TNBTS di Bromo menganggap semua masalah sudah selesai. Disbudpar Jatim melayangkan permintaan maaf resmi.

JKOEJ menerima surat permintaan maaf

Ketua Komunitas JK (JKOEJ) Jatim Bambang Agus Hendroyono yang mengatakan telah menerima permintaan maaf secara resmi dari dinas Disbudpar Jatim.

Advertisements

“Kami telah menerima permintaan maaf dari dewan dan (kami yakin) semua isu terkait berita viral tersebut sebelumnya telah diselesaikan dengan klarifikasi ini,” kata Bambang kepada detikJatim, Kamis (25/11/2022) malam.

Adapun pernyataan Plt Kepala Disbudpar Jatim dan Kepala UPT Laboratorium dan Pembinaan Kesenian Disbudpar Jatim Efie Widjajanti yang mengisyaratkan tak mau dituduh, Bambang tak mau membahasnya.

“Permintaan maaf ini sudah kami terima. Sudah jelas,” kata Bambang melalui WhatsApp.

Namun, Bambang sendiri mengaku belum bisa memastikan apakah komunitas JKOEJ akan hadir jika Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengundang kembali.

Bambang menuturkan, kebetulan di hari yang sama, komunitasnya juga mendapat undangan dari Pemkot Batu untuk mengikuti fun rally yang akan digelar di Kota Batu.

“Belum ada kepastian (datang). Ada juga undangan dari Pemkot Batu untuk fun rally (pada tanggal yang sama),” pungkas Bambang.

Bahkan, komunitas JKOEJ telah mendapatkan undangan resmi dari Disbudpar Jatim untuk menggelar kegiatan Harmoni Fashion Jawa Timur IV 2022 yang semula dijadwalkan pada 20 November 2022.

Bambang dan 39 anggota komunitasnya rencananya akan hadir dalam undangan tersebut dan telah mempersiapkan segala sesuatu mulai dari pemesanan tiket Wisata Bromo secara online hingga booking hotel sendiri.

Mereka pun berangkat pada H-1 sebelum tanggal yang tertera pada undangan diterima, yakni pada Sabtu (19/11). Mereka berangkat karena belum mendapat kabar dari panitia bahwa acara ditunda.

Komunitas JKOEJ baru mengetahui kegiatan Jatim Fashion Harmony IV 2022 diundur menjadi 3 Desember

“Jadi waktu ada orang emosi bilang, ‘Saya ikut panitia saja,’ saya baru tahu acaranya ditunda. Paling kalau dia bilang gitu, jangan tinggi-tinggi. tangani dengan kepala dingin,” ujarnya Bambang.

Di kawasan Binjil Pakis, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Pasuruan, terjadi tawuran yang membuat warga rusuh. Bambang menyayangkan kejadian itu viral di TikTok dengan narasi seolah-olah rombongannya menyerbu Bromo.

Padahal, menurut Bambang, mereka hanya meminta izin lewat untuk menuju hotel yang jaraknya lebih dekat dari lokasi tersebut. Hingga rela menempuh perjalanan via Tongas, Probolingga dengan jarak tempuh 2,5 jam menuju hotel.

Plt Kadisbudpar Jatim Sinarta mengakui kecerobohan anak buahnya dalam hal ini. UPT Disbudpar Jatim lupa menginformasikan kepada komunitas Rubicon bahwa acara tersebut ditunda.

“Tiba-tiba Rubicon, ternyata Mbak Efie minta komunitas Rubicon nonton dan mereka sudah booking hotelnya. Nah Mbak Efie telat mengumumkan kalau programnya diundur jadi 3 Desember. Jadi tidak dibatalkan atau diberitahukan ke masyarakat. Jadi komunikasi akhirnya gagal,” jelas Sinarta kepada detikJatim, Rabu (23/11/2022).

Kepala UPT Laboratorium dan Pengembangan Seni Disbudpar Jatim, Efie Widjajanti selaku klien yang mengirimkan undangan ke komunitas Rubicon juga meminta maaf. Efie mengaku ceroboh.

“Saya tadi telepon perwakilan komunitas Rubicon, namanya Pak Nusi. Intinya kami mohon maaf,” kata Efie kepada detikJatim, Rabu (23/11/2022).

Menurut Efie, acara Harmoni Busana Jawa Timur ditunda karena venue semula di Pelataran Widodaren Gunung Bromo tidak boleh digunakan untuk acara tersebut. Karena tempat ini sakral.

“Akhirnya kami rujuk kembali. Saya juga sudah menyurati kementerian bahwa acara diundur menjadi 3 Desember 2022. Tapi teman-teman lalai dengan surat resmi saya kepada teman-teman komunitas (Rubicon),” ujarnya.

 

 

referensi : https://www.detik.com/jatim/berita/d-6425644/rombongan-rubicon-anggap-tuntas-masalah-meski-kena-prank-disbudpar-jatim/2

editor : dafit