Yuk Kenali Fase “Terrible Two” pada Anak, Sobat Toddlers!

Si Kecil Sudah Masuk Fase “Terrible Two”?

Sobat Toddlers, tentunya kita selalu menginginkan anak-anak kita tumbuh sehat dan bahagia, bukan? Namun, tahukah kamu bahwa di usia 2 tahun, anak-anak bisa mengalami fase yang disebut “Terrible Two”? Fase ini adalah fase yang membuat banyak orangtua merasa kesulitan dan stress dalam menghadapi sikap si kecil yang sulit diatur. Yuk, mari kita kenali dan menghadapi fase “terrible two” bersama!

Fase “Terrible Two” adalah masa di mana anak-anak berusia 2 tahun mulai menunjukkan sikap yang sulit diatur dan seringkali membuat orangtua merasa frustrasi. Pada fase ini, anak-anak menjadi lebih terampil dalam berbicara dan bergerak, namun terkadang mereka juga bisa menjadi sangat temperamental dan kekanak-kanakan.

Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa si kecil sudah memasuki fase “Terrible Two”, di antaranya: sering mengalami tantrum atau melampiaskan emosi secara berlebihan, menolak perintah dari orangtua, dan cenderung melakukan hal-hal yang dilarang oleh orangtua.

Namun, perlu diingat bahwa fase “Terrible Two” bukanlah suatu penyakit atau masalah mental pada anak. Fase ini merupakan proses alami dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, di mana mereka mulai mengeksplorasi dunia di sekitar mereka dan memperlihatkan sikap yang lebih mandiri.

Bagaimana Menghadapi Fase “Terrible Two” pada Anak?

Menghadapi fase “Terrible Two” memang tidak mudah bagi orangtua. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi sikap si kecil pada fase ini:

1. Menjaga emosi tetap terkontrol

Hal yang pertama harus dilakukan adalah menjaga emosi tetap terkontrol. Cobalah untuk tetap tenang dan sabar ketika anak mengalami tantrum atau menolak perintah. Jangan memarahi atau memukul anak, karena hal tersebut hanya akan membuat anak semakin stress dan membuat masalah semakin besar.

2. Memberikan perintah dengan jelas dan tegas

Saat memberikan perintah pada anak, pastikan bahwa perintah tersebut diberikan dengan jelas dan tegas. Jangan memberikan perintah yang ambigu atau terlalu rumit, karena bisa membuat anak menjadi bingung dan tidak memahami apa yang diharapkan darinya.

3. Memberikan pujian dan penghargaan

Saat anak berhasil melakukan sesuatu dengan benar, berikan pujian dan penghargaan. Hal ini bisa meningkatkan motivasi anak untuk berusaha lebih baik lagi dan juga dapat memperbaiki hubungan antara orangtua dan anak.

4. Membuat aturan jelas

Membuat aturan jelas dan konsisten akan membantu anak belajar mengenai batasan dan tahu apa yang diperbolehkan dan yang tidak. Sebagai orangtua, kita harus konsisten dalam memberikan sanksi atau konsekuensi jika anak melanggar aturan tersebut.

Pentingnya Membantu Anak Melewati Fase “Terrible Two”

Membantu anak melewati fase “Terrible Two” dengan baik akan memiliki dampak yang positif pada perkembangan dan pertumbuhan anak. Saat anak berhasil mengatasi tantangan pada fase ini, mereka akan menjadi lebih mandiri dan mampu mengambil keputusan secara lebih baik. Selain itu, anak juga akan menjadi lebih percaya diri dan bahagia, karena merasa dihargai dan didukung oleh orangtua.

Kesimpulan

Sobat Toddlers, fase “Terrible Two” memang bisa membuat orangtua merasa sulit dan stress. Namun, dengan cara yang tepat, kita bisa membantu anak melewati fase ini dengan baik dan memberikan dampak positif pada perkembangan dan pertumbuhan mereka. Jangan lupa untuk tetap sabar, tegas, dan memberikan dukungan pada anak, ya!